Kelas Ekonomi AC merupakan kelas kereta api dibawah kelas bisnis yang dilengkapi AC sentral dan bukan AC rumahan (split). Sejarah panjang melengkapi kelas ini terutama dalam pelayanan dan layanan rute dalam perjalanannya. Image yang terkesan ketika naik kereta ekonomi adalah penuh sesak di dalam, banyak pedagang asongan dan pencopet, kepanasan di dalam kereta,hingga penumpang tidak bertiket. Namun semenjak revolusi besar-besaran di tahun 2010, kesan itu sudah mulai berubah. Mulai ada modernisasi kereta baik dari pelayanan maupun fasilitasnya. Yang membedakan hanyalah waktu tempuh dan stasiun pemberhentian kereta ekonomi tersebut. Rencananya kelas ini akan menggantikan kelas bisnis yang usia gerbongnya sudah tua dan tidak diproduksi lagi.
Pioner K3 2010 (2010-2014)
Dengan model kursi seperti kereta ekonomi sebelumnya yang berhadap-hadapan yang membedakan hanyalah jumlah penumpang yaitu 80 penumpang untuk kereta biasa. Dan 64 penumpang untuk kereta khusus difabel. Produksi kereta ini berlanjut hingga tahun 2012 dan digunakan oleh kereta berikut:
Kemudian dilanjutkan dengan striping pecut atau yang biasa kita lihat pada kereta-kereta pada umumnya pada 2015-2019 yaitu pada KA Jayabaya pada tahun 2014.
- KA Bogowonto
- KA Gajahwong
- KA Krakatau (sekarang bernama KA Singasari)
- KA Menoreh (sekarang menggunakan K3 2016)
- KA Majapahit
- KA Ambarawa Ekspres (2016-2017)
- KA Kamandaka (2016-2017; 2018-sekarang)
- KA Malioboro Ekspres (campuran dengan kelas eksekutif)
- KA Joglosemarkerto
Ekonomi Rasa Eksekutif, K3 2016 (2016)
Musim lebaran tahun 2016,INKA kembali meluncurkan produk kereta terbarunya setelah kereta eksekutif tahun 2016. Yaitu meluncurkan K3 2016 bersama dengan diluncurkan dengan KA Kutojaya Ekstra Lebaran rute Kutoarjo-Pasarsenen. Jumlah penumpang masih sama seperti pendahulunya hanya yang membedakan model kursinya yang lega, bogie K10 khas angkatan 16 keatas, dilengkapi dengan TV, dan LED text pada eksterior kereta.
Setelah Lebaran,kereta ini mengambil alih semua kereta kelas bisnis secara bertahap yang ada di Jawa.Diantaranya KA Fajar Utama Yogya,KA Senja Utama Yogya,dan KA Mutiara Selatan. Namun,kereta ini ditarik kembali ke INKA karena jarak tempat duduk yang telalu sempit.
Setelah penarikan, kereta ini mulai dirangkai dengan kereta-kereta kelas campuran diantaranya KA Sancaka, KA Cirebon Ekspres, KA Tegal Bahari, dan KA Argo Parahyangan pada tahun 2017-2019.
Dan saat ini,rangkaian tersebut dapat ditemukan pada daerah pantai utara. Karena banyak sekali yang dimutasi kesana pasca kedatangan kereta api premium. Diantaranya:
- KA Menoreh
- KA Kaligung
- KA Ambarawa Ekspres (2017-Sekarang)
- KA Argo Cheribon (Peleburan Argo Jati, Cirebon Ekspres, dan Tegal Bahari)
- KA Blora Jaya (Menggunakan rangkaian Ambarawa Ekspres)
Rasa Premium dan Dua Body (2017-Sekarang)
INKA kembali mengeluarkan produk terbarunya dalam musim lebaran 2017. Kali ini mereka mengeluarkan kereta kelas Ekonomi Premium. Nampak dari eksterior yang sangat berbeda terutama livery kereta yang mengalami pergantian yaitu menggunakan gambar teratai ditengahnya terdapat logo PT. KAI. Dari interior nampak tidak ada perbedaan, namun fasilitas reclining seat pada setiap kursi serta penambahan ruang yang begitu lega bagi kaki.
Kereta yang setiap set-nya berstanformasi 10 K3 + 1 MP3 memulai debut pada musim lebaran yaitu digunakan untuk kereta tambahan lebaran. Ada 6 set yang diproduksi INKA. Namun setelahnya dipakai untuk meremajakan kereta lama dan mulai menggantikan kelas bisnis. Baik di Sumatera, maupun di Jawa. Diantaranya:
- KA Jayakarta Premium
- KA Wijayakusuma (K3 2017 difabel digabung dengan kelas eksekutif)
- KA Argo Parahyangan Tambahan
- KA Tawang Jaya Premium
- KA Kuala Stabas (Divre IV Tanjungkarang, Lampung)
- KA Sribilah Premium (Divre I Sumut dan NAD)
Bulan Januari 2018, INKA mengeluarkan kembali kereta terbarunya yang diproduksi hingga saat ini yaitu kereta stainless steel.
Baik kedua kelas, eksekutif dan ekonomi memiliki eksterior yang berbeda
dari kereta-kereta yang lain terutama dalam masalah bodi yang terbuat
dari baja antikarat menggantikan bodi mild steel. Kemungkinan INKA menggunakan bodi seperti demi menghemat biaya pengecatan ulang di balai yasa yang terinspirasi dari penggunaan bodi tersebut pada AMTRAK, Amerika Serikat
Selain bodi, penambahan audio jack pada setiap bangku dan lampu mode tidur dihadirkan pada kereta ini. Juga perpindahan toilet yang menjadi 1 bordes bukan dua bordes seperti rangkaian Argo Bromo Anggrek tahun 1997 dan 2001. Dan dengan striping dinamis warna abu-abu dan oranye membuat kebijakan balai yasa mulai menyeragamkan livery dinamis tersebut tak terkecuali kereta makan, kereta pembangkit, dan kereta bagasi. Kemudian kereta model ini kembali diproduksi pada awal 2019 dan mulai mengirim ke Divre IV guna keperluan dinas kereta penumpang disana.
Kereta yang telah menggunakan model seperti ini dengan campuran kereta eksekutif diantaranya:
- KA Fajar Utama Yogya
- KA Argo Parahyangan
- KA Pangandaran
- KA Senja Utama Yogya
- KA Senja Utama Solo
- KA Sawunggalih
- KA Lodaya
- KA Mutiara Selatan
- KA Sancaka
- KA Harina
- KA Mutiara Timur
- KA Sriwijaya
Itu tadi ulasan mengenai kereta ekonomi AC di Indonesia. Jika masih ada tambahan silahkan komentar di bawah. Salam Railfans!!