Selasa, 07 Mei 2024

MENGHADAPI MASYARAKAT 5.0 MELALUI KACAMATA PENDIDIKAN INDONESIA

         Perkembangan era digital yang semakin maju pada saat ini berdampak pada perkembangan dan perubahan pola digital pada masyarakat. Perpindahan era dari Revolusi Industri 4.0 ke era masyarakat 5.0 menjadikan adaya perubahan pola dalam pemanfaatan teknologi pada saat ini. Perkembangan ini meliputi seluruh sektor yang ada di dunia, salah satunya adalah pada bidang pendidikan. Perkembangan digital yang terjadi pada dunia pendidikan meliputi dari segala aspek yang ada. Tidak hanya dalam lingkup pendidik, tapi juga mampu masuk di lingkup pembelajaran yang lebih inovatif dan mampu untuk menyesuaikan perkembangan zaman yang sesuai dengan konsep masyarakat 5.0 saat ini. Topik ini akan menjadi menarik terlebih bagaimana melihat adanya masyarakat 5.0 dari sudut pandang pendidikan di Indonesia.

            Dunia yang pengalami perubahan dan perkembangan era dari zaman ke zaman juga turut mengubah perkembangan alat dan pemikiran yang juga mengikuti perkembangan tersebut. Dapat dilihat bagaimana perkembangan Revolusi Industri 4.0 dimana pemanfaatan Internet of Things yang mampu mencakup dan merambah pada semua bidang pada saat ini sehingga akses informasi mampu didapatkan secara mudah. Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) yang terus berkembang dan memudahkan manusia dalam berbagai kegiatan juga menjadi penanda Revolusi Industri 4.0. Perkembangan era itulah yang mencetuskan untuk pengembangan ke era masyarakat 5.0 dimana era masyarakat memiliki basis teknologi yang baik dengan berpusat pada manusia. Seperti yang dijelaskan Teknowijoyo (2022) yang menjelaskan bahwa masyarakat 5.0 adalah zaman yang menggambarkan kondisi masyarakat saat ini karena adanya Industri 4.0, maknanya teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dengan berpusat pada pada manusia, keberlanjutan, dan ketahanan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Kondisi pada era masyarakat 5.0 juga mencipakan nilai baru dengan menghilangkan perbedaan dari kondisi sosial, jenis kelamin, bahasa, usia, serta penyediaan layanan yang dibuat khusus untuk berbagai keperluan individu dan banyak orang (Nastiti & ‘Abdu, 2020). Kedua pernyataan diatas secara tidak langsung mengimplikasikan bahwa keberadaan era masyarakat 5.0 merupakan tahapan dari era Revolusi Industri 4.0. Perkembangan yang telah terjadi di era Revolusi Industri 4.0 akan disempurnakan dan berinovasi dengan kehadiran era masyarakat 5.0.

            Pendidikan dan era masyarakat 5.0 merupakan hal yang saling berhubungan dan saling melengkapi pada kondisi saat ini. Dapat dilihat bagaimana penggunaan Internet of Things yang digunakan dalam mengakses informasi terutama pembelajaran dan bagaimana pembelajaran atau kursus yang dapat dilakukan secara daring melalui beberapa platform penyedia layanan pembelajaran dan kursus untuk melakukan pembelajaran secara blended learning. Keberadaan masyarakat 5.0 melahirkan gagasan antara aspek teknologi dengan aspek humaniora, sehingga untuk memenuhi masyarakat tersebut perlu adanya layanan yang berbasis pada masa depan dengan adanya kapabilitas teknologi yang baik serta adanya sumber daya manusia yang mampu menjalankan sesuai dengan bidangnya (Sabri, 2019). Untuk memenuhi masyarakat yang mampu dalam penguasaan teknologi tersebut, pendidikan berperan dalam membentuk masyarakat yang mampu menjalankan sesuai dengan bidangnya. Tidak hanya itu, pendidikan juga berperan dalam menumbuhkan kreativitas dan berpikir kritis pada masyarakat dalam menghadapi era masyarakat 5.0 

            Indonesia sebagai salah satu negara penting di wilayah Asia Tenggara dan juga di Asia memiliki potensi untuk pengembangan teknologi dan masyarakat yang semakin besar. Akses perubahan dari era Revolusi Industri 4.0 ke era masyarakat 5.0 menjadi peluang yang sangat baik untuk diterapkan. Tetapi yang menjadi pertanyaan, seberapa siapkah kita untuk menghadapi era Masyarakat 5.0 terutama melalui kacamata pendidikan? Muhajir Effendy sewaktu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018 mengatakan bahwa setidaknya terdapat empat poin dalam menghadapi perkembangan zaman di era Revolusi Industri 4.0 yaitu critical thinking, communication skill, collaboration, dan creativity and innovation. Yang tentu erat kaitannya dengan pemikiran era Revolusi Industri 4.0. Kita juga melihat bagaimana perkembangan dunia pendidikan saat ini yang mampu memanfaatkan Internet of Things di berbagai layanan yang dapat kita gunakan untuk digunakan kapan saja dan dimana saja.Kita juga melihat bagaimana penerapan kurikulum saat ini yang tetap mengedepankan cara berpikir tingkat tinggi atau HOTS (High Order Thinking Skills) dan aspek kolaboratif satu dengan yang lain. Selanjutnya, pada era Masyarakat 5.0 dijelaskan pemahaman konteks isu-isu sosial secara nyata. Seperti lingkungan hidup, keberagaman, kesehatan, dan lain-lain. Pada konteks tersebut, pembelajaran mampu untuk memunculkan penyelesaian masalah atau problem solving untuk mengatasi problematika tersebut. Guru sebagai fasilitator mampu membantu peserta didik dalam memecahkan masalah dari konteks isu-isu sosial yang ada. Dengan segala tahapan dan persiapan yang telah dilakukan, negara Indonesia sudah melakukan persiapan dari segi pendidikan dalam menyongsong era Masyarakat 5.0.

            Jika kita melihat bagaimana persiapan dan tahapan yang dilakukan Indonesia memang sudah begitu baik dilakukan. Tetapi, kita juga melihat bagaimana kendala yang masih terjadi di Indonesia untuk menghadapi era Masyarakat 5.0. Salah satu contoh yang dapat diambil adalah bagaimana karakteristik dan implementasi pendidikan di berbagai daerah yang berbeda satu dengan yang lain. Setiap daerah di Indonesia memiliki beberapa karakteristik dan permasalahan pendidikan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain. Terlebih kita juga mengingat wilayah Indonesia yang begitu luas dan ada beberapa daerah yang sulit untuk mendapatkan akses pendidikan yang baik. Kemudian, kondisi sumber daya manusia di Indonesia sangat banyak dengan menempati urutan ke-4 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Disatu sisi kita melihat potensi banyaknya sumber daya manusia yang dikembangkan, tapi kita juga melihat segi kemampuan sumber daya manusia untuk mampu menguasai kemampuan yang dimiliki di era Revolusi Industri 4.0. Beberapa muncul dari faktor internal dan eksternal seperti kurangnya kemampuan yang sesuai, keamanan teknologi, stabilitas mesin produksi, tidak adanya rasa ingin berubah dari para pemangku kebijakan, dan banyaknya pekerjaan yang hilang karena adanya perubahan (Puspita dkk., 2020).

            Tentu, masih merasa utopis sekali apabila kita membahas perkembangan era Masyarakat 5.0 melalui kacamata pendidikan di Indonesia. Bagaimana melihat kendala dan problematika pendidikan di Indonesia yang begitu beragam dan sangat kompleks ketika dibahas. Baik dari segi sumber daya manusia dan karakteristik pendidikan di setiap daerah yang berbeda satu dengan yang lain. Walau begitu, perkembangan pendidikan yang dilakukan di Indonesia dalam menyambut era Masyarakat 5.0 dapat terlihat dari bagaimana tahapan-tahapan yang dilakukan selama era Revolusi Industri 4.0. Beberapa dengan pengimplementasian Internet of Things di beberapa platform pendidikan, penerapan untuk berpikir kritis dan kolaboratif, dan mampu merespon isu-isu sosial yang terjadi di era Revolusi Industri 4.0 dan mampu diselesaikan di era Masyarakat 5.0. Kembali lagi bahwa peran pendidikan di Indonesia tidak hanya berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi juga mampu merespon dan mampu menjawab perkembangan zaman terutama untuk menghadapi era Masyarakat 5.0.

 

Yohanes Harlanbang Sandyawan

Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

https://uny.ac.id/

 

Daftar Pustaka

Nastiti, F. E., & ‘Abdu, A. R. N. (2020). Kesiapan Pendidikan Indonesia Menghadapi era society 5.0. Edcomtech : Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 5(1), 61–66.

Puspita, Y., Fitriani, Y., Astuti, S., & Novianti, S. (2020). SELAMAT TINGGAL REVOLUSI INDUSTRI 4.0, SELAMAT DATANG REVOLUSI INDUSTRI 5.0. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/3794/3565

Sabri, I. (2019). Peran Pendidikan Seni Di Era Society 5.0 untuk Revolusi Industri 4.0. Seminar Nasional Pascasarjana 2019, 2(1), 342–347. https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/view/302

Teknowijoyo, F. (2022). Relevansi Industri 4.0 dan Society 5.0 Terhadap Pendidikan Di Indonesia. Educatio, 16(2), 173–184. https://doi.org/10.29408/edc.v16i2.4492

MENGHADAPI MASYARAKAT 5.0 MELALUI KACAMATA PENDIDIKAN INDONESIA

            Perkembangan era digital yang semakin maju pada saat ini berdampak pada perkembangan dan perubahan pola digital pada masyarakat....