Perkembangan era digital
yang semakin maju pada saat ini berdampak pada perkembangan dan perubahan pola
digital pada masyarakat. Perpindahan era dari Revolusi Industri 4.0 ke era masyarakat
5.0 menjadikan adaya perubahan pola dalam pemanfaatan teknologi pada saat ini.
Perkembangan ini meliputi seluruh sektor yang ada di dunia, salah satunya
adalah pada bidang pendidikan. Perkembangan digital yang terjadi pada dunia
pendidikan meliputi dari segala aspek yang ada. Tidak hanya dalam lingkup
pendidik, tapi juga mampu masuk di lingkup pembelajaran yang lebih inovatif dan
mampu untuk menyesuaikan perkembangan zaman yang sesuai dengan konsep
masyarakat 5.0 saat ini. Topik ini akan menjadi menarik terlebih bagaimana
melihat adanya masyarakat 5.0 dari sudut pandang pendidikan di Indonesia.
Dunia yang pengalami perubahan dan perkembangan era dari
zaman ke zaman juga turut mengubah perkembangan alat dan pemikiran yang juga
mengikuti perkembangan tersebut. Dapat dilihat bagaimana perkembangan Revolusi
Industri 4.0 dimana pemanfaatan Internet of Things yang mampu mencakup
dan merambah pada semua bidang pada saat ini sehingga akses informasi mampu
didapatkan secara mudah. Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial
Intelegence) yang terus berkembang dan memudahkan manusia dalam berbagai
kegiatan juga menjadi penanda Revolusi Industri 4.0. Perkembangan era itulah
yang mencetuskan untuk pengembangan ke era masyarakat 5.0 dimana era masyarakat
memiliki basis teknologi yang baik dengan berpusat pada manusia. Seperti yang
dijelaskan Teknowijoyo (2022) yang menjelaskan
bahwa masyarakat 5.0 adalah zaman yang menggambarkan kondisi masyarakat saat
ini karena adanya Industri 4.0, maknanya teknologi telah menjadi bagian dari
kehidupan masyarakat dengan berpusat pada pada manusia, keberlanjutan, dan
ketahanan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Kondisi pada era
masyarakat 5.0 juga mencipakan nilai baru dengan menghilangkan perbedaan dari
kondisi sosial, jenis kelamin, bahasa, usia, serta penyediaan layanan yang
dibuat khusus untuk berbagai keperluan individu dan banyak orang (Nastiti & ‘Abdu, 2020). Kedua pernyataan
diatas secara tidak langsung mengimplikasikan bahwa keberadaan era masyarakat
5.0 merupakan tahapan dari era Revolusi Industri 4.0. Perkembangan yang telah
terjadi di era Revolusi Industri 4.0 akan disempurnakan dan berinovasi dengan
kehadiran era masyarakat 5.0.
Pendidikan dan era masyarakat 5.0 merupakan hal yang saling
berhubungan dan saling melengkapi pada kondisi saat ini. Dapat dilihat
bagaimana penggunaan Internet of Things yang digunakan dalam mengakses
informasi terutama pembelajaran dan bagaimana pembelajaran atau kursus yang
dapat dilakukan secara daring melalui beberapa platform penyedia layanan
pembelajaran dan kursus untuk melakukan pembelajaran secara blended learning.
Keberadaan masyarakat 5.0 melahirkan gagasan antara aspek teknologi dengan
aspek humaniora, sehingga untuk memenuhi masyarakat tersebut perlu adanya
layanan yang berbasis pada masa depan dengan adanya kapabilitas teknologi yang
baik serta adanya sumber daya manusia yang mampu menjalankan sesuai dengan
bidangnya (Sabri, 2019). Untuk memenuhi
masyarakat yang mampu dalam penguasaan teknologi tersebut, pendidikan berperan
dalam membentuk masyarakat yang mampu menjalankan sesuai dengan bidangnya.
Tidak hanya itu, pendidikan juga berperan dalam menumbuhkan kreativitas dan
berpikir kritis pada masyarakat dalam menghadapi era masyarakat 5.0
Indonesia sebagai salah satu negara penting di wilayah
Asia Tenggara dan juga di Asia memiliki potensi untuk pengembangan teknologi
dan masyarakat yang semakin besar. Akses perubahan dari era Revolusi Industri
4.0 ke era masyarakat 5.0 menjadi peluang yang sangat baik untuk diterapkan.
Tetapi yang menjadi pertanyaan, seberapa siapkah kita untuk menghadapi era
Masyarakat 5.0 terutama melalui kacamata pendidikan? Muhajir Effendy sewaktu
menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018 mengatakan
bahwa setidaknya terdapat empat poin dalam menghadapi perkembangan zaman di era
Revolusi Industri 4.0 yaitu critical thinking, communication skill,
collaboration, dan creativity and innovation. Yang tentu erat
kaitannya dengan pemikiran era Revolusi Industri 4.0. Kita juga melihat
bagaimana perkembangan dunia pendidikan saat ini yang mampu memanfaatkan Internet
of Things di berbagai layanan yang dapat kita gunakan untuk digunakan kapan
saja dan dimana saja.Kita juga melihat bagaimana penerapan kurikulum saat ini
yang tetap mengedepankan cara berpikir tingkat tinggi atau HOTS (High Order
Thinking Skills) dan aspek kolaboratif satu dengan yang lain. Selanjutnya, pada
era Masyarakat 5.0 dijelaskan pemahaman konteks isu-isu sosial secara nyata.
Seperti lingkungan hidup, keberagaman, kesehatan, dan lain-lain. Pada konteks
tersebut, pembelajaran mampu untuk memunculkan penyelesaian masalah atau problem
solving untuk mengatasi problematika tersebut. Guru sebagai fasilitator
mampu membantu peserta didik dalam memecahkan masalah dari konteks isu-isu
sosial yang ada. Dengan segala tahapan dan persiapan yang telah dilakukan, negara
Indonesia sudah melakukan persiapan dari segi pendidikan dalam menyongsong era
Masyarakat 5.0.
Jika kita melihat bagaimana persiapan dan tahapan yang
dilakukan Indonesia memang sudah begitu baik dilakukan. Tetapi, kita juga
melihat bagaimana kendala yang masih terjadi di Indonesia untuk menghadapi era
Masyarakat 5.0. Salah satu contoh yang dapat diambil adalah bagaimana
karakteristik dan implementasi pendidikan di berbagai daerah yang berbeda satu
dengan yang lain. Setiap daerah di Indonesia memiliki beberapa karakteristik
dan permasalahan pendidikan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah yang
lain. Terlebih kita juga mengingat wilayah Indonesia yang begitu luas dan ada
beberapa daerah yang sulit untuk mendapatkan akses pendidikan yang baik.
Kemudian, kondisi sumber daya manusia di Indonesia sangat banyak dengan
menempati urutan ke-4 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Disatu sisi
kita melihat potensi banyaknya sumber daya manusia yang dikembangkan, tapi kita
juga melihat segi kemampuan sumber daya manusia untuk mampu menguasai kemampuan
yang dimiliki di era Revolusi Industri 4.0. Beberapa muncul dari faktor
internal dan eksternal seperti kurangnya kemampuan yang sesuai, keamanan teknologi,
stabilitas mesin produksi, tidak adanya rasa ingin berubah dari para pemangku
kebijakan, dan banyaknya pekerjaan yang hilang karena adanya perubahan (Puspita dkk., 2020).
Tentu, masih merasa utopis sekali apabila kita membahas perkembangan
era Masyarakat 5.0 melalui kacamata pendidikan di Indonesia. Bagaimana melihat
kendala dan problematika pendidikan di Indonesia yang begitu beragam dan sangat
kompleks ketika dibahas. Baik dari segi sumber daya manusia dan karakteristik
pendidikan di setiap daerah yang berbeda satu dengan yang lain. Walau begitu,
perkembangan pendidikan yang dilakukan di Indonesia dalam menyambut era
Masyarakat 5.0 dapat terlihat dari bagaimana tahapan-tahapan yang dilakukan selama
era Revolusi Industri 4.0. Beberapa dengan pengimplementasian Internet of
Things di beberapa platform pendidikan, penerapan untuk berpikir kritis dan
kolaboratif, dan mampu merespon isu-isu sosial yang terjadi di era Revolusi
Industri 4.0 dan mampu diselesaikan di era Masyarakat 5.0. Kembali lagi bahwa
peran pendidikan di Indonesia tidak hanya berperan dalam mencerdaskan kehidupan
bangsa, tapi juga mampu merespon dan mampu menjawab perkembangan zaman terutama
untuk menghadapi era Masyarakat 5.0.
Yohanes Harlanbang
Sandyawan
Alumni Universitas Negeri
Yogyakarta
Daftar Pustaka
Nastiti, F. E., & ‘Abdu, A.
R. N. (2020). Kesiapan Pendidikan Indonesia Menghadapi era society 5.0. Edcomtech :
Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 5(1), 61–66.
Puspita, Y., Fitriani, Y., Astuti, S., & Novianti, S.
(2020). SELAMAT TINGGAL REVOLUSI INDUSTRI 4.0, SELAMAT DATANG REVOLUSI INDUSTRI
5.0. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana
Universitas Pgri Palembang.
https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/3794/3565
Sabri, I. (2019). Peran Pendidikan Seni Di Era Society
5.0 untuk Revolusi Industri 4.0. Seminar Nasional Pascasarjana 2019, 2(1),
342–347. https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/view/302
Teknowijoyo, F. (2022). Relevansi Industri 4.0 dan
Society 5.0 Terhadap Pendidikan Di Indonesia. Educatio, 16(2),
173–184. https://doi.org/10.29408/edc.v16i2.4492
