Selasa, 07 Mei 2024

MENGHADAPI MASYARAKAT 5.0 MELALUI KACAMATA PENDIDIKAN INDONESIA

         Perkembangan era digital yang semakin maju pada saat ini berdampak pada perkembangan dan perubahan pola digital pada masyarakat. Perpindahan era dari Revolusi Industri 4.0 ke era masyarakat 5.0 menjadikan adaya perubahan pola dalam pemanfaatan teknologi pada saat ini. Perkembangan ini meliputi seluruh sektor yang ada di dunia, salah satunya adalah pada bidang pendidikan. Perkembangan digital yang terjadi pada dunia pendidikan meliputi dari segala aspek yang ada. Tidak hanya dalam lingkup pendidik, tapi juga mampu masuk di lingkup pembelajaran yang lebih inovatif dan mampu untuk menyesuaikan perkembangan zaman yang sesuai dengan konsep masyarakat 5.0 saat ini. Topik ini akan menjadi menarik terlebih bagaimana melihat adanya masyarakat 5.0 dari sudut pandang pendidikan di Indonesia.

            Dunia yang pengalami perubahan dan perkembangan era dari zaman ke zaman juga turut mengubah perkembangan alat dan pemikiran yang juga mengikuti perkembangan tersebut. Dapat dilihat bagaimana perkembangan Revolusi Industri 4.0 dimana pemanfaatan Internet of Things yang mampu mencakup dan merambah pada semua bidang pada saat ini sehingga akses informasi mampu didapatkan secara mudah. Selain itu, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence) yang terus berkembang dan memudahkan manusia dalam berbagai kegiatan juga menjadi penanda Revolusi Industri 4.0. Perkembangan era itulah yang mencetuskan untuk pengembangan ke era masyarakat 5.0 dimana era masyarakat memiliki basis teknologi yang baik dengan berpusat pada manusia. Seperti yang dijelaskan Teknowijoyo (2022) yang menjelaskan bahwa masyarakat 5.0 adalah zaman yang menggambarkan kondisi masyarakat saat ini karena adanya Industri 4.0, maknanya teknologi telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dengan berpusat pada pada manusia, keberlanjutan, dan ketahanan yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Kondisi pada era masyarakat 5.0 juga mencipakan nilai baru dengan menghilangkan perbedaan dari kondisi sosial, jenis kelamin, bahasa, usia, serta penyediaan layanan yang dibuat khusus untuk berbagai keperluan individu dan banyak orang (Nastiti & ‘Abdu, 2020). Kedua pernyataan diatas secara tidak langsung mengimplikasikan bahwa keberadaan era masyarakat 5.0 merupakan tahapan dari era Revolusi Industri 4.0. Perkembangan yang telah terjadi di era Revolusi Industri 4.0 akan disempurnakan dan berinovasi dengan kehadiran era masyarakat 5.0.

            Pendidikan dan era masyarakat 5.0 merupakan hal yang saling berhubungan dan saling melengkapi pada kondisi saat ini. Dapat dilihat bagaimana penggunaan Internet of Things yang digunakan dalam mengakses informasi terutama pembelajaran dan bagaimana pembelajaran atau kursus yang dapat dilakukan secara daring melalui beberapa platform penyedia layanan pembelajaran dan kursus untuk melakukan pembelajaran secara blended learning. Keberadaan masyarakat 5.0 melahirkan gagasan antara aspek teknologi dengan aspek humaniora, sehingga untuk memenuhi masyarakat tersebut perlu adanya layanan yang berbasis pada masa depan dengan adanya kapabilitas teknologi yang baik serta adanya sumber daya manusia yang mampu menjalankan sesuai dengan bidangnya (Sabri, 2019). Untuk memenuhi masyarakat yang mampu dalam penguasaan teknologi tersebut, pendidikan berperan dalam membentuk masyarakat yang mampu menjalankan sesuai dengan bidangnya. Tidak hanya itu, pendidikan juga berperan dalam menumbuhkan kreativitas dan berpikir kritis pada masyarakat dalam menghadapi era masyarakat 5.0 

            Indonesia sebagai salah satu negara penting di wilayah Asia Tenggara dan juga di Asia memiliki potensi untuk pengembangan teknologi dan masyarakat yang semakin besar. Akses perubahan dari era Revolusi Industri 4.0 ke era masyarakat 5.0 menjadi peluang yang sangat baik untuk diterapkan. Tetapi yang menjadi pertanyaan, seberapa siapkah kita untuk menghadapi era Masyarakat 5.0 terutama melalui kacamata pendidikan? Muhajir Effendy sewaktu menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2018 mengatakan bahwa setidaknya terdapat empat poin dalam menghadapi perkembangan zaman di era Revolusi Industri 4.0 yaitu critical thinking, communication skill, collaboration, dan creativity and innovation. Yang tentu erat kaitannya dengan pemikiran era Revolusi Industri 4.0. Kita juga melihat bagaimana perkembangan dunia pendidikan saat ini yang mampu memanfaatkan Internet of Things di berbagai layanan yang dapat kita gunakan untuk digunakan kapan saja dan dimana saja.Kita juga melihat bagaimana penerapan kurikulum saat ini yang tetap mengedepankan cara berpikir tingkat tinggi atau HOTS (High Order Thinking Skills) dan aspek kolaboratif satu dengan yang lain. Selanjutnya, pada era Masyarakat 5.0 dijelaskan pemahaman konteks isu-isu sosial secara nyata. Seperti lingkungan hidup, keberagaman, kesehatan, dan lain-lain. Pada konteks tersebut, pembelajaran mampu untuk memunculkan penyelesaian masalah atau problem solving untuk mengatasi problematika tersebut. Guru sebagai fasilitator mampu membantu peserta didik dalam memecahkan masalah dari konteks isu-isu sosial yang ada. Dengan segala tahapan dan persiapan yang telah dilakukan, negara Indonesia sudah melakukan persiapan dari segi pendidikan dalam menyongsong era Masyarakat 5.0.

            Jika kita melihat bagaimana persiapan dan tahapan yang dilakukan Indonesia memang sudah begitu baik dilakukan. Tetapi, kita juga melihat bagaimana kendala yang masih terjadi di Indonesia untuk menghadapi era Masyarakat 5.0. Salah satu contoh yang dapat diambil adalah bagaimana karakteristik dan implementasi pendidikan di berbagai daerah yang berbeda satu dengan yang lain. Setiap daerah di Indonesia memiliki beberapa karakteristik dan permasalahan pendidikan yang berbeda antara satu daerah dengan daerah yang lain. Terlebih kita juga mengingat wilayah Indonesia yang begitu luas dan ada beberapa daerah yang sulit untuk mendapatkan akses pendidikan yang baik. Kemudian, kondisi sumber daya manusia di Indonesia sangat banyak dengan menempati urutan ke-4 dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia. Disatu sisi kita melihat potensi banyaknya sumber daya manusia yang dikembangkan, tapi kita juga melihat segi kemampuan sumber daya manusia untuk mampu menguasai kemampuan yang dimiliki di era Revolusi Industri 4.0. Beberapa muncul dari faktor internal dan eksternal seperti kurangnya kemampuan yang sesuai, keamanan teknologi, stabilitas mesin produksi, tidak adanya rasa ingin berubah dari para pemangku kebijakan, dan banyaknya pekerjaan yang hilang karena adanya perubahan (Puspita dkk., 2020).

            Tentu, masih merasa utopis sekali apabila kita membahas perkembangan era Masyarakat 5.0 melalui kacamata pendidikan di Indonesia. Bagaimana melihat kendala dan problematika pendidikan di Indonesia yang begitu beragam dan sangat kompleks ketika dibahas. Baik dari segi sumber daya manusia dan karakteristik pendidikan di setiap daerah yang berbeda satu dengan yang lain. Walau begitu, perkembangan pendidikan yang dilakukan di Indonesia dalam menyambut era Masyarakat 5.0 dapat terlihat dari bagaimana tahapan-tahapan yang dilakukan selama era Revolusi Industri 4.0. Beberapa dengan pengimplementasian Internet of Things di beberapa platform pendidikan, penerapan untuk berpikir kritis dan kolaboratif, dan mampu merespon isu-isu sosial yang terjadi di era Revolusi Industri 4.0 dan mampu diselesaikan di era Masyarakat 5.0. Kembali lagi bahwa peran pendidikan di Indonesia tidak hanya berperan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi juga mampu merespon dan mampu menjawab perkembangan zaman terutama untuk menghadapi era Masyarakat 5.0.

 

Yohanes Harlanbang Sandyawan

Alumni Universitas Negeri Yogyakarta

https://uny.ac.id/

 

Daftar Pustaka

Nastiti, F. E., & ‘Abdu, A. R. N. (2020). Kesiapan Pendidikan Indonesia Menghadapi era society 5.0. Edcomtech : Jurnal Kajian Teknologi Pendidikan, 5(1), 61–66.

Puspita, Y., Fitriani, Y., Astuti, S., & Novianti, S. (2020). SELAMAT TINGGAL REVOLUSI INDUSTRI 4.0, SELAMAT DATANG REVOLUSI INDUSTRI 5.0. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Program Pascasarjana Universitas Pgri Palembang. https://jurnal.univpgri-palembang.ac.id/index.php/Prosidingpps/article/view/3794/3565

Sabri, I. (2019). Peran Pendidikan Seni Di Era Society 5.0 untuk Revolusi Industri 4.0. Seminar Nasional Pascasarjana 2019, 2(1), 342–347. https://proceeding.unnes.ac.id/index.php/snpasca/article/view/302

Teknowijoyo, F. (2022). Relevansi Industri 4.0 dan Society 5.0 Terhadap Pendidikan Di Indonesia. Educatio, 16(2), 173–184. https://doi.org/10.29408/edc.v16i2.4492

Kamis, 16 April 2020

Kerangka Esai:Plus dan Minus Penerapan pembelajaran jarak jauh bagi siswa

Tema:Pendidikan

Paragraf Pembuka: Modernisasi dalam pembelajaran pendidikan

Paragraf Isi:
1. Apa itu pembelajaran jarak jauh?
2. Metode-metode dalam pembelajaran jarak jauh
3. Pembelajaran jarak jauh di Indonesia
4. Pembelajaran jarah jauh tidak harus dengan pemberian tugas

Paragraf penutup: Kesimpulan dan solusi pembelajaran jarak jauh

Era globalisasi hingga hari ini membuka kita akan bagaimana terbukanya dalam mengakses seluruh dunia.Tak terkecuali bagi dunia pendidikan.Pendidikan saat ini tidak hanya terpaku pada pembelajaran di dalam kelas,namun juga bisa dilakukan diluar kelas.Bahkan didalam rumah. Akhir-akhir ini dengan merebaknya wabah Covid-19 dan pemberlakuan Physical Distancing,kita tidak bisa melakukan aktivitas kita kemana saja termasuk belajar.Maka, beberapa layanan pendukung kegiatan pembelajaran jarak jauh saat ini sudah banyak ditawarkan,seperti Google Classroom,Zoom,dll.Sebenarnya apakah itu pembelajaran jarak jauh? Dan bagaimana penerapannya di Indonesia?
Pembelajaran jarak jauh merupakan sebuah metode pembelajaran yang memungkinkan terciptanya proses belajar tanpa harus berada di ruangan kelas.Menurut Pasal 1 ayat (5) UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebut bahwa Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain.Tujuan pembelajaran ini dimaksud agar sebuah proses pembelajaran bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.Dengan model pendidikan seperti ini,ada beragam metode yang dapat dilakukan diantara lain blended learning,bimbingan belajar secara daring,buku elektronik,tayangan pendidikan di TV,dan lain-lain.Lalu seberapa baik pembelajaran jarak jauh di Indonesia saat ini.Pada tingkat perguruan tinggi,biasanya telah ada sebuah situs belajar bersama.Model seperti ini tidak mengharuskan pembelajaran atau perkuliahan tatap muka secara terus menerus.Tetapi juga, dapat dilakukan melalui blended learning setiap perguruan tinggi.
Pada lingkup pendidikan dasar dan menengah,saat ini sudah ada beberapa fasilitas belajar yang mendukung untuk pembelajaran.Buku sekolah elektronik yang sudah dapat diakses sejak kurikulum KTSP 2006 hingga bimbingan belajar daring oleh beberapa lembaga bimbingan belajar.Ada juga tayangan pendidikan dari televisi yang terkait pembelajaran di sekolah disertakan dengan penjelasan dan pemahaman konsepnya.
Namun,saat ini pembelajaran jarak jauh sering diartikan dengan pemberian tugas jarak jauh dengan harapan dengan semakin banyak latihan maka akan semakin mengerti konsep pembelajaran yang dipelajari setiap peserta didik.Tetapi tidak semua siswa akan cocok dengan pemberian tugas secara terus menerus. Terlebih,pada situasi darurat seperti saat ini mengharuskan pembelajaran dari rumah dan mau tidak mau harus menerapkan pembelajaran jarak jauh.Penjelasan pada Pasal 31 ayat (3) UU Sisdiknas bahwa Pendidikan jarak jauh diselenggarakan dalam berbagai bentuk, modus, dan cakupan yang didukung oleh sarana dan layanan belajar serta sistem penilaian yang menjamin mutu lulusan sesuai dengan standar nasional pendidikan.Yang berarti bahwa pembelajaran jarak jauh juga menjamin mutu nasional dan menjamin mutu siswa dalam pendidikan.
Maka,dalam pembelajaran jarak jauh harus memungkinkan ada prosedur dalam pembelajaran.Sama halnya pada pembelajaran di sekolah.Guru sebagai fasilitator menjelaskan secara kasar materi yang disampaikan dan sebagai bahan evaluasi materi diberikan latihan agar peserta didik mampu memahami materi yang diberikan.
Pembelajaran jarak jauh sebenarnya merupakan inovasi dalam dunia pendidikan.Tanpa harus belajar secara tatap muka kita tetap bisa mengadakan pembelajaran dimana saja dan kapan saja.Tetapi harus diingat bahwa dalam penyelenggaraannya tidak serta merta dalam pemberian tugas.Tapi juga dalam bentuk bimbingan materi dan diskusi sehingga menciptakan suasana kelas meskipun bukan berada dalam kelas.

Selasa, 03 September 2019

Kereta Ekonomi AC Macam-Macam Rasa

        Kelas Ekonomi AC merupakan kelas kereta api dibawah kelas bisnis yang dilengkapi AC sentral dan bukan AC rumahan (split). Sejarah panjang melengkapi kelas ini terutama dalam pelayanan dan layanan rute dalam perjalanannya. Image yang terkesan ketika naik kereta ekonomi adalah penuh sesak di dalam, banyak pedagang asongan dan pencopet, kepanasan di dalam kereta,hingga penumpang tidak bertiket. Namun semenjak revolusi besar-besaran di tahun 2010, kesan itu sudah mulai berubah. Mulai ada modernisasi kereta baik dari pelayanan maupun fasilitasnya. Yang membedakan hanyalah waktu tempuh dan stasiun pemberhentian kereta ekonomi tersebut. Rencananya kelas ini akan menggantikan kelas bisnis yang usia gerbongnya sudah tua dan tidak diproduksi lagi.

Pioner K3 2010 (2010-2014)
   
           Model K3 2010 merupakan model awal dari kereta ekonomi AC ini. Diluncurkan pada Jumat, 3 September 2010 dengan KA Bogowonto rute Kutoarjo-Pasarsenen dengan livery biru ombak bantuan Kemenhub
        Dengan model kursi seperti kereta ekonomi sebelumnya yang berhadap-hadapan yang membedakan hanyalah jumlah penumpang yaitu 80 penumpang untuk kereta biasa. Dan 64 penumpang untuk kereta khusus difabel. Produksi kereta ini berlanjut hingga tahun 2012 dan digunakan oleh kereta berikut:
  1. KA Bogowonto
  2. KA Gajahwong
  3. KA Krakatau (sekarang bernama KA Singasari)
  4. KA Menoreh (sekarang menggunakan K3 2016)
  5. KA Majapahit
  6. KA Ambarawa Ekspres (2016-2017)
  7. KA Kamandaka (2016-2017; 2018-sekarang)
  8. KA Malioboro Ekspres (campuran dengan kelas eksekutif) 

  9. KA Joglosemarkerto

           Kemudian dilanjutkan dengan striping pecut atau yang biasa kita lihat pada kereta-kereta pada umumnya pada 2015-2019 yaitu pada KA Jayabaya pada tahun 2014.

                 



    Ekonomi Rasa Eksekutif, K3 2016 (2016)

           

            Musim lebaran tahun 2016,INKA kembali meluncurkan produk kereta terbarunya setelah kereta eksekutif tahun 2016. Yaitu meluncurkan K3 2016 bersama dengan diluncurkan dengan KA Kutojaya Ekstra Lebaran rute Kutoarjo-Pasarsenen. Jumlah penumpang masih sama seperti pendahulunya hanya yang membedakan model kursinya yang lega, bogie K10 khas angkatan 16 keatas, dilengkapi dengan TV, dan LED text pada eksterior kereta.
             


           
        Setelah Lebaran,kereta ini mengambil alih semua kereta kelas bisnis secara bertahap yang ada di Jawa.Diantaranya KA Fajar Utama Yogya,KA Senja Utama Yogya,dan KA Mutiara Selatan. Namun,kereta ini ditarik kembali ke INKA karena jarak tempat duduk yang telalu sempit.
            Setelah penarikan, kereta ini mulai dirangkai dengan kereta-kereta kelas campuran diantaranya KA Sancaka, KA Cirebon Ekspres, KA Tegal Bahari, dan KA Argo Parahyangan pada tahun 2017-2019.


              Dan saat ini,rangkaian tersebut dapat ditemukan pada daerah pantai utara. Karena banyak sekali yang dimutasi kesana pasca kedatangan kereta api premium. Diantaranya:
    1. KA Menoreh 
    2. KA Kaligung
    3. KA Ambarawa Ekspres (2017-Sekarang)
    4. KA Argo Cheribon (Peleburan Argo Jati, Cirebon Ekspres, dan Tegal Bahari)
    5. KA Blora Jaya (Menggunakan rangkaian Ambarawa Ekspres)

    Rasa Premium dan Dua Body (2017-Sekarang)

               
          INKA kembali mengeluarkan produk terbarunya dalam musim lebaran 2017. Kali ini mereka mengeluarkan kereta kelas Ekonomi Premium. Nampak dari eksterior yang sangat berbeda terutama livery kereta yang mengalami pergantian yaitu menggunakan gambar teratai ditengahnya terdapat logo PT. KAI. Dari interior nampak tidak ada perbedaan, namun fasilitas reclining seat pada setiap kursi serta penambahan ruang yang begitu lega bagi kaki.

                Kereta yang setiap set-nya berstanformasi 10 K3 + 1 MP3 memulai debut pada musim lebaran yaitu digunakan untuk kereta tambahan lebaran. Ada 6 set yang diproduksi INKA. Namun setelahnya dipakai untuk meremajakan kereta lama dan mulai menggantikan kelas bisnis. Baik di Sumatera, maupun di Jawa. Diantaranya:
    1. KA Jayakarta Premium
    2. KA Wijayakusuma (K3 2017 difabel digabung dengan kelas eksekutif)
    3. KA Argo Parahyangan Tambahan
    4. KA Tawang Jaya Premium
    5. KA Kuala Stabas (Divre IV Tanjungkarang, Lampung)
    6. KA Sribilah Premium (Divre I Sumut dan NAD)
          

        Bulan Januari 2018, INKA mengeluarkan kembali kereta terbarunya yang diproduksi hingga saat ini yaitu kereta stainless steel. Baik kedua kelas, eksekutif dan ekonomi memiliki eksterior yang berbeda dari kereta-kereta yang lain terutama dalam masalah bodi yang terbuat dari baja antikarat menggantikan bodi mild steel. Kemungkinan INKA menggunakan bodi seperti demi menghemat biaya pengecatan ulang di balai yasa yang terinspirasi dari penggunaan bodi tersebut pada AMTRAK, Amerika Serikat
             Selain bodi, penambahan audio jack pada setiap bangku dan lampu mode tidur dihadirkan pada kereta ini. Juga perpindahan toilet yang menjadi 1 bordes bukan dua bordes seperti rangkaian Argo Bromo Anggrek tahun 1997 dan 2001. Dan dengan striping dinamis warna abu-abu dan oranye membuat kebijakan balai yasa mulai menyeragamkan livery dinamis tersebut tak terkecuali kereta makan, kereta pembangkit, dan kereta bagasi. Kemudian kereta model ini kembali diproduksi pada awal 2019 dan mulai mengirim ke Divre IV guna keperluan dinas kereta penumpang disana. 
           Kereta yang telah menggunakan model seperti ini dengan campuran kereta eksekutif diantaranya:
    1. KA Fajar Utama Yogya
    2. KA Argo Parahyangan
    3. KA Pangandaran
    4. KA Senja Utama Yogya
    5. KA Senja Utama Solo
    6. KA Sawunggalih
    7. KA Lodaya
    8. KA Mutiara Selatan
    9. KA Sancaka
    10. KA Harina
    11. KA Mutiara Timur
    12. KA Sriwijaya
          Kereta yang telah menggunakan model seperti ini dengan keseluruhan ekonomi hanya KA Kertajaya dan KA Kutojaya Utara yang baru memakai rangkaian ini.
              Itu tadi ulasan mengenai kereta ekonomi AC di Indonesia. Jika masih ada tambahan silahkan komentar di bawah. Salam Railfans!!

    Minggu, 01 September 2019

    Implementation of Population Education

    Implementation of Population Education
    (a summarize of an article)

    A.Profile of Article

    1.Title
       The implementation of population education in senior high school 

    2.Author
       Claver Nzombonipa and Zamroni

    3.Address
       Department of English Language and Literature, Faculty of Languages and Social Sciences,   National University of Burundi. UNESCO Avenue No. 2, P.O. Box 1550 Bujumbura, Burundi 

    4.Source URL/backlink
       REID, Vol.3 No 2 (2017), Nzombonipa (url available at: https://journal.uny.ac.id/index.php/reid/article/view/10024/10533)


    B.Summarize of Article
             Population Education is the program that educating people about problematic and solving population in addition to educate people about population problem. Population Education is one of the program education in Indonesia. In secondary schools, this subject was integrated by goverment into six main subjects based by class.
             This program mostly need a role from teacher. Because, teacher is the main character in class collaborate with student. Malik, Murtaza, and Khan (2011, p. 784) says, teacher responsibility for class-controling, ensuring teaching process inputs, and interpersonal relationship. Meanwhile, the students is a receiver and implementate to their colleagues and teacher.
             The implementation of this program, was written by the author, is mostly satisfying for students itself. It's revealed from topic the efficiency of population education learning. And it was supported from mass media and technology that student easily discovered the topic or main problem. But, this program also have a opposite responds.Especialy from the students opinion that related to the evaluation of process itself containing few items about that program. Teacher only have included few that program to their assigment and exams. Also from inadequate time for allocation in population education program
             Eventually, population education program is not appropriate in senior high school that included limited quota for this program and insufficent for allocation time in this program.And,if this program want to more intensively it needs to allocated more time to this program, goverment should support this program, and teacher consistently teach student about population education.  

    Jumat, 30 Agustus 2019

    Legenda Yang Tidak Pernah Mati

             Bima.Merupakan salah satu diantara banyak kereta api yang beroperasi di Indonesia.Tentunya beberapa dari kita mengenal nama kereta yang melegenda tersebut.Kereta yang memulai rute dari Stasiun Malang ke Stasiun Gambir (melewati Stasiun Surabaya Gubeng dan Stasiun Yogyakarta) dan bernomor kereta 43-46 menyuguhkan perjalanan malam pantai selatan Jawa.Tempo hari saya berkesempatan mencoba kereta tersebut pada 22 Juni 2019 dari Stasiun Sidoarjo.

            Walaupun dirasa harga mahal (Rp 350.000,00) tetapi dirasa cukup untuk kereta sekelas eksekutif dengan menempuh perjalanan dari Sidoarjo ke Yogyakarta .Sebelumnya, KRD Komuter tiba di Stasiun Sidoarjo dengan tujuan akhir Stasiun Surabaya Kota pada pukul 15.20-an. Pukul 15.56, kereta yang akan saya naiki tiba di Stasiun Sidoarjo dengan lokomotif CC 206 khasnya serta kereta eksekutif angkatan 2016 buatan INKA,Madiun yang dikenal dengan kacanya yang panjang dan berbogie (roda kereta) K10. Saya memilih single seat agar terasa lebih leluasa bila ingin keluar masuk kereta.Pukul 16.00, kereta yang saya naiki lepas menuju Stasiun Yogyakarta. Dua puluh menit kemudian, kereta pun tiba di Stasiun Surabaya Gubeng memasuki jalur 2. Disampingnya terdapat kereta Turangga yang akan diberangkatkan menuju Stasiun Bandung pada pukul 16.30. Sempat berhenti sekitar 30 menit untuk memutar lokomotif di stasiun,saya sempatkan untuk keluar sejenak dan membeli makan malam yaitu nasi goreng rawon dan teh hangat.Kursi kereta juga diputar balik menghadap ke arah lokomotif yang telah diputar.Pukul 17.00, kereta api Bima diberangkatkan menuju Kota Jakarta. Walaupun kereta angkatan 2016 dikenal karena getarannya yang keras terutama diatas bogie,tetapi tetap sah-sah saja bagi saya dalam menikmati perjalanan.
                 Sepanjang jalur rel Surabaya-Mojokerto disuguhkan dengan indahnya senja kala itu.Ditemani teh hangat tadi yang saya beli dan playlist Spotify saya dengan lagu indie-nya sungguh membuat tenang dan damai waktu naik kereta sembari menikmati senja. KA Bima yang saya naiki hanya berhenti di stasiun tertentu dan bisa dikatakan hampir selalu tepat waktu. Ada salah satu kejadian unik pada saat di Stasiun Nganjuk, kereta berhenti sekitar 10 menit untuk bersilang dengan KA Argo Wilis yang melintas langsung. Dan KA Bima langsung diberangkatkan 10 menit kemudian dari Stasiun Nganjuk pada saat itu juga. Tapi kenapa diberangkatkan langsung tanpa menunggu KA Argo Wilis masuk? Rupanya proyek jalur ganda antara Stasiun Nganjuk hingga Stasiun Babadan,Madiun telah difungsikan sehingga KA Bima akan berpapasan dengan KA Argo Wilis.
            Sepanjang perjalanan menuju Yogyakarta,hanyalah pemandangan gelap yang saya lihat.Melewati Kota Madiun, Solo, dan Klaten.Dan akhirnya saya tiba di Stasiun Tujuan,Yogyakarta pada pukul 21.45 tepat waktu di peron utara jalur 5. Disebelah selatan terdapat KA Taksaka Tambahan yang mengakhiri perjalanan yang sama dengan KA Bima yaitu di Stasiun Gambir.
                  Keseluruhan saya menilai perjalanan ini nilai 8.1/10 terlebih pada kursi selama perjalanan.Pada kursi saya tidak dilengkapi tirai dan berfungsi sebagai kaca darurat bila terjadi kecelakaan, tetapi kaca darurat tersebut dibuat buram tidak seperti kaca yang lain guna tidak terlalu silau bila terkena sinar matahari atau pancaran lampu. Ditambah luas space yang kurang lega dari Surabaya ke Yogyakarta,kecuali dari Sidoarjo ke Surabaya yang mendapatkan sandaran kaki dan space yang leg.Terutama space bagasi yang sempit,sehingga saya menaruh barang bawaan didepan saya dan saya gunakan sebagai sandaran kaki. Tapi itu tergantung anda dalam memilih perjalanan kereta api termasuk dalam memilih kelas kereta sesuai kenyamanan anda.

    Sekian dan nantikan perjalanan berikutnya

    (Mohon maaf saya hanya menampilkan foto bukti perjalanan,karena saya tidak sempat memotret sepanjang perjalanan)

                  









    MENGHADAPI MASYARAKAT 5.0 MELALUI KACAMATA PENDIDIKAN INDONESIA

                Perkembangan era digital yang semakin maju pada saat ini berdampak pada perkembangan dan perubahan pola digital pada masyarakat....